Senin, 03 Juni 2013

tugas softskill bahasa indonesia 2 tugas ke 3



Bahaya Penggunaan Narkoba

A. Latar Belakang Masalah
Bahaya narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan. Sebab, penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa.
            Dampak narkoba, jika disalahgunakan, seperti halnya singkatan kata tersebut
(NARKOBA: narkotika dan obat/bahan berbahaya), memang sangatlah berbahaya bagi manusia. Narkoba dapat merusak kesehatan manusia baik secara fisik, emosi, maupun perilaku pemakainya.
            Obat-obatan yang ada dipasaran atau menurut saran dokter itu baik untuk kita gunakan dan bisa dibeli oleh masyarakat umum, merupakan obat yang legal atau sah. Namun ada kalanya tidak legal jika menggunakan obat-obat tersebut dengan cara yang tidak sesuai atau membelinya dari orang yang menjualnya secara illegal. Ketika orang berbicara mengenai  masalah penyalahgunaan obat, langsung tertuju pada Narkoba.
Narkoba Adalah obat atau bahan yang berbahaya bagi tubuh, nah zat adiktif yang terkandung dalam narkoba, dapat mempengaruhi perasaan, mood dan emosi bagi yang mengkonsumsinya.
Sumber: http://mbenxxcaem.blogspot.com/2011/09/makalah-bahaya-narkoba-bagi-kesehatan.html

Minggu, 02 Juni 2013

softskill bahasa indonesia 2 tugas 2

                                          Bahaya Narkoba




Secara Persuasi

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba dikalangan pelajar, sudah sebaiknya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dam masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terutama remaja/pelajar saat ini.  Sampai sekarang belum ada pengobatan yang begitu efektif untuk para penderita pemakai narkoba yang besar. Orang-orang yang memakai narkoba sama halnya dengan membeli tiket satu jam perjalanan tanpa bisa kembali lagi. Itu artinya meskipun terasa ada kesembuhan tetapi masih ada pengaruh yang membahayakan. Bukan hanya dampak terhadap kesehatan apabila kita memakai narkoba tetapi kita juga bisa mendapat hukuman. Jadi apapun alasannya narkoba bukan jalan untuk membantu kenikmatan atau  kesenangan hidup.

            Berbicara tentang narkoba sepertinya kasus penyalahgunaan di Negara kita tidak pernah ada habisnya. Berdasarkan data dari Badan Narkotikan Nasional (BNN) hingga tahun 2008 saja jumlah pengguna narkoba di Inonesia mencapai 3,2 juta orang. Dari jumlah ini 32% nya adalah pelajar dan juga mahasiswa.

            Jangan pernah merima ajakan untuk mencoba memakai narkoba. HINDARI NARKOBA SEBELUM NARKOBA MENJERATMU. Karena penyalahgunaan narkoba adalah bayang-bayang kematian dalam hidup, juga akan menghapus impian hidupmu, bahkan kepribadianmu.

            Untuk itu apapun alasannya, dan sebabnya jangan pernah mengkonsumsi obat terlarang tersebut apalagi hanya untuk pergaulan semata. Karena narkoba hidup malu matipun malu. Sama sekali tidak ada manfaat dari pemakaian narkoba itu sendiri.



Secara Deskriptif
Menurut WHO (1982) Narkoba adalah Semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis tidak termasuk makanan, air dan oksigen dimana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal. Disini akan kami jelaskan tentang jenis-jenis narkoba, yaitu diantaranya adalah :

1. Narkotika adalah Zat/ obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa , mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

2. Psikotropika Zat/obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.

3. Zat adiktif adalah Bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang pengunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik. Mis : Alkohol , rokok, cofein.
Sumber : http://aneka-wacana.blogspot.com/2012/06/contoh-karangan-persuasi-tentang.html#ixzz2SIqHq6JG
                 http://caraobat.blogspot.com/2013/04/bahaya-narkoba-bagi-kesehatan-tubuh-dan-pelajar.html


Senin, 01 April 2013

PERBANKAN INDONESIA



PERBANKAN INDONESIA

          Bank-bank badan usaha milik Negara membagikan 30 persen laba bersih untuk pemegang saham. Setelah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, kini PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk membagikan persentase yang sama. Persentase deviden yang dibagikan tunai ini meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu, yang sebesar 20 persen. Dengan laba perbankan tahun ini yang meningkat dibandingkan tahun lalu, penerimaan Negara dari deviden sector perbankan juga meningkat tahun ini.
          Sedangkan di sisi lain dana murah PT BANK CENTRAL ASIA Tbk meningkat 19,4% pada akhir tahun 2012 dibandingkan akhir tahun 2011. Secara keseluruhan, tabungan dan giro mencapai Rp 297,3 triliun atau sekitar 80,3% dari total dana pihak ketiga yang dihimpun bank swasta papan atas ini. Kendati jumlah dana murah meningkat, yang berdampak pada turunnya biaya dana, suku bunga kredit tak bisa serta-merta turun.
         Tahun ini BCA menargetkan pertumbuhan kredit 18-20%. Target ini cukup konservatif dibandingkan tahun 2012 yang mencapai 27% dan tahun 2011 sebesar 37%. “Kami melihat kebutuhan modal kerja dan investasi perusahaan tahun ini masih besar. Kredit juga masih tinggi,” ujar Presiden Direkur BCA Jahja Setiaatmadja.
          Saat ini gangguan keamanan dan sejumlah peristiwa yang berkaitan dengan keamanan di Indonesia bisa mengganggu bisnis. Kendati belum masuk tahap luar biasa atau mangkhawatirkan, peristiwa semacam ini sebaiknya tidak terulang lagi.
          Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional Sigit Pramono mengakui saat ini perbankan mencermati kondisi yang terjadi. Bahkan, kalangan internal perbankan juga ada yang mulai membahas berbagai peristiwa tersebut. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja menegaskan, setiap bank memang harus lebih meningkatkan pengawasan dan keamanan. Gangguan keamanan tersebut, dinilai Jahja, sebagai salah satu ketidakefisienan berbisnis di Indonesia.



SUMBER : KOMPAS 30/03/13

Sabtu, 30 Maret 2013

pebisnis cermati gangguan keamanan




Pebisnis Cermati Gangguan Keamanan
          Gaangguan keamanan dan sejumlah peristiwa yang berkaitan dengan keamanan di Indonesia bias mengganggu bisnis. Kendati belum masuk tahap luar biasa atau mangkhawatirkan, peristiwa semacam ini sebaiknya tidak terulang lagi.
          Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional Sigit Pramono mengakui saat ini perbankan mencermati kondisi yang terjadi. Bahkan, kalangan internal perbankan juga ada yang mulai membahas berbagai peristiwa tersebut.
          Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja menegaskan, setiap bank memang harus lebih meningkatkan pengawasan dan keamanan. Gangguan keamanan tersebut, dinilai Jahja, sebagai salah satu ketidakefisienan berbisnis di Indonesia.
          Menurut Sigit, sebenarnya yang juga harus dikhawatirkan adalah reaksi atau tanggapan investor asing. Gangguan keamanan didalam negeri, kendati bersifat terbatas, tetap akan membuat investor bertanya-tanya.
          PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) meningkatkan keamanan dan pengawasan melalui kerja sama dengan aparat keamanan di lokasi kantor BRI. Langkah lain yang dilakukan BRI adalah menempatkan petugas keamanan dan memasang alarm. “Kami mengasuransikan asset, juga menjaga sisa kas minimal hanya untuk keperluan operasi,” ujar sekretaris Perusahaan Bri M Ali.



Sumber : kompas 30/03/13

perbankan : deviden bank BUMN 30 persen laba bersih



PERBANKAN
Deviden Bank BUMN 30 Persen Laba Bersih
          Bank-bank badan usaha milik Negara membagikan 30 persen laba bersih untuk pemegang saham. Setelah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, kini PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk membagikan persentase yang sama.
          Persentase deviden yang dibagikan tunai ini meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu, yang sebesar 20 persen. Dengan laba perbankan tahun ini yang meningkat dibandingkan tahun lalu, penerimaan Negara dari deviden sector perbankan juga meningkat tahun ini.
          Dalam jumpa pers seusai rapat umum pemegang saham tahunan, Kamis (28/3), di Jakarta, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Gatot Mudiantoro Suwondo mengakui, persentase deviden yang dibagikan kali ini memang cukup tinggi. “Besarnya melihat kondisi keuangan juga,misalnya bisnis yang berjalan baik tahun ini,” kata Gatot.
          Sebelumnya, Gatot berharap deviden yang dibagikan kepada pemegang saham hanya 20-25 persen dari laba bersih. Dengan demikian, ada cukup dana dari laba bersih tersebut untuk ekspansi bank. Saat ditanya mengenai hal itu, Gatot menjawab, perlu tenggang rasa dengan pemegang saham. Laba bersih BNI tahun 2012 sebesar Rp7,046 triliun. Sebesar Rp2,114 triliun dibagikan sebagai deviden.



Sumber :  kompas 30/03/13

perbankan : dana murah BCA tumbuh



PERBANKAN
Dana Murah BCA Tumbuh
          Dana murah PT BANK CENTRAL ASIA Tbk meningkat 19,4% pada akhir tahun 2012 dibandingkan akhir tahun 2011. Secara keseluruhan, tabungan dan giro mencapai Rp 297,3 triliun atau sekitar 80,3% dari total dana pihak ketiga yang dihimpun bamk swasta papan atas ini.
          Kendati jumlah dana murah meningkat, yang berdampak pada turunnya biaya dana, suku bunga kredit tak bias serta-merta turun. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, besarnya dana murah akan mendorong naiknya biaya operasional. “Hal itu karena kami harus menambah uang tunai, anjungan tunai mandiri, teller, dan sebagainya.” Kata Jahja
          Menurut Jahja, tahun ini BCA menargetkan pertumbuhan kredit 18-20%. Target ini cukup konservatif dibandingkan tahun 2012 yang mencapai 27% dan tahun 2011 sebesar 37%. “Kami melihat kebutuhan modal kerja dan investasi perusahaan tahun ini masih besar. Kredit juga masih tinggi,” ujarnya.
          Per akhir tahun 2012, BCA membukukan laba bersih Rp11,7 triliun. Laba itu tumbuh 8,3% dibandingkan akhir tahun 2011. Laba bersih itu ditopangpendapatan bunga bersih yang tumbuh 17,6% menjadi Rp21,246 triliun dan pendapatan non bunga yang tumbuh 6,5% menjadi Rp6,4 triliun.



Sumber : kompas 30/03/13